Saat ditangkap KPK, Bupati Ngada bersama tim penguji psikotes cagub NTT

loading...


Bupati Ngada Marianus Sae. ©facebook.com


Merdeka.com – KPK menetapkan Bupati Ngada Marianus Sae sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan suap proyek di Kabupaten Ngada. Pada saat penangkapan, Marianus tengah berada di kota Surabaya, Jawa Timur.


Pada mulanya KPK mendapatkan informasi terkait suap tersebut. Kemudian pada Minggu (11/2), tim KPK bergerak ke tiga lokasi berbeda. Pertama di sebuah hotel di Surabaya, Kupang, dan Bajawa Kabupaten Ngada.


KPK mengamankan Marianus bersama ATS, ketua tim penguji psikotes cagub NTT. KPK menyita kartu ATM dan struk transaksi.


“Sekitar pukul 10.00 WIB, tim pertama bergerak menuju ke sebuah hotel di Surabaya dan mengamankan dua orang MSA dan ATS. Dari tangan MSA tim mengamankan sebuah ATM dan beberapa struk transaksi keuangan,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/2).


Kemudian KPK mengamankan DK, ajudan Marianus di posko pemenangan di Kupang, NTT pada 11.30 WITA. Lalu tim mengamankan WIU, Direktur PT Sinar 99 Permai, dan seorang pegawai bank, PP, di masing-masing kediamannya di Bajawa.


“Setelah pemeriksaan awal tersebut, tim menerbangkan MSA, ATS dan DK ke Jakarta pada Minggu (11/2)
malam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK,” kata Basaria.


KPK telah menetapkan Marianus dan WIU alias Wilhelmus Iwan Ulumbu sebagai penerima dan pemberi suap proyek di Kabupaten Ngada. Pada 2018, Marianus menjanjikan sejumlah proyek jalan dan jembatan dengan total nilai Rp 54 miliar. Dari tangan tersangka, KPK mengamankan uang hasil transaksi total Rp 4,1 miliar.


Saat ini KPK masih menunggu kedatangan Wilhelmus untuk pemeriksaan lebih lanjut. KPK masih menelusuri dugaan suap yang dilakukan sebelumnya.


“Untuk proyek sebelumnya belum dihitung karena WIU dari PT S99P, yang bersangkutan masih dalam perjalanan dari NTT ke Jakarta mungkin jam 2 sampai. Proyeknya yang kita tahu baru itu yang 2018. Nanti akan dinformasikan kembali perkembangannya,” tukas Basaria. [eko]


View the original article here

loading...
(Visited 66 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *