Pasca Difitnah Di Arab Saudi, Habib Rizieq Diminta Pulang Ke Indonesia

Jakarta, HanTer - Pasca diperiksa otoritas Arab Saudi karena bendera yang diduga mirip ISIS terpasang di rumahnya di Mekkah, berbagai kalangan menggaungkan pemulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) dari Mekkah, Arab Saudi ke Tanah Air. Alasannya, karena ada operasi khusus untuk menjebak Habib Rizieq Shihab (HRS).

Sekretaris Umum FPI, Munarman menyerukan kepada segenap simpatisan, untuk menggaungkan pemulangan HRS ke Indonesia.

"Ayo... sudah saatnya kini kita gaungkan di seluruh pelosok negeri karena ada operasi khusus untuk menjebaknya. Kembalikan Habib Rizieq ke Indonesia," ujar Munarman, melalui keterangannya, Rabu (7/11/2018).

Munarman menilai, aksi fitnah yang mendera Rizieq, muncul karena bergulir wacana besar, antara lain Reuni Akbar 212. Pekan-pekan menjelang reuni akbar pada 2 Desember itu, eskalasi gangguan dan intimidasi kepada Rizieq Shihab meningkat.

"Mohon doakan semoga Allah SWT selalu melindungi Habib Rizieq Shihab dari fitnah dan kejahatan musuh-musuhnya," kata Munarman.

Munarman mengemukakan, ada pihak yang sengaja memasang bendera tanpa sepengetahuan Rizieq dan melaporkannya ke kepolisian.

"Akibat fitnah dan penjebakan licik inilah maka pihak intelijen Saudi mendatangi kediaman Habib Rizieq dan menjemput beliau untuk dimintai keterangan. Dan Alhamdulillah saat ini beliau sudah dibebaskan," kata Munarman.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, diperiksa otoritas Arab Saudi karena bendera yang diduga mirip ISIS terpasang di rumahnya di Mekkah.

Namun, Munarman membantah hal tersebut dilakukan oleh Rizieq. "Bendera dipasang oleh tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap Habib Rizieq Shihab di Mekkah saat ini," ucap Munarman.

Pengamat Intelijen dari The Community Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya mengatakan, jika melihat evident (indikasi-indikasi) yang ada maka apa yang menimpa HRS selama ini adalah operasi intelijen. Ada upaya menjatuhkan HRS dalam kubangan masalah atau paling tidak untuk mengunci semua langkah HRS selama di Saudi. Bahkan kalau bisa HRS di "Munir"kan.

"Ketika soal keimigrasian HRS lolos, maka akan dicoba dengan modus lain," jelasnya.

Kali ini modusnya, sambung Harits, dengan membangun image kedekatan dan keterkaitan HRS dengan kelompok-kelompok yang dilabeli ekstrimis bahkan teroris. Cara murahan seperti yang terjadi di tembok rumah kediaman HRS di pasang bendera tauhid, dan didokumentasikan lanjut dilaporkan kemudian diasosiasikan dengan kelompok ISIS, HTI dan sebagainya dimana Saudi sangat alergi bahkan keras bersikap terhadap kelompok-kelompok tersebut.

"Dengan begitu HRS mudah dijadikan target oleh aparat keamanan Saudi. Dengan resiko penjara sampai hukuman mati," paparnya.

Di sisi lain ada indikasi pihak rezim yang berkuasa di Indonesia melalui KBRI di Saudi ingin meraup keuntungan yakni meraih citra positif dengan mambangun image sangat care (peduli) dengan apa yang menimpa pada HRS. Narasi yang dibangun diatas kasus yang menimpa HRS di Saudi  adalah rezim ternyata peduli bahkan siap advokasi kasus yang dihadapi HRS.  

Dan ketika kasus ini bagi HRS adalah hal biasa namun bagi rezim penguasa di Indonesia dan ekspos medianya seolah-olah kasus ini besar maka ini adalah cara untuk membuat citra negatif bagi HRS. Sedang dibangun image HRS adalah trouble maker dimanapun berada. Targetnya untuk membuat untrush (ketidak percayaan) publik khususnya umat islam Indonesia kepada HRS.

Siap Mengawal

Sementara itu Ketua Bidang Hisbah DPP FPI, Ustadz Slamet Ma'arif mengatakan, alumni 212 siap untuk menjemput dan mengawal kepulangan HRS dari Mekkah, Arab Saudi. Apalagi jika ada kepastian HRS akan pulang setelah lama meninggalkan Indonesia. Pihaknya tidak khawatir jika kepulangan HRS akan menimbulkan konflik horizontal antar pendukung atau anti HRS.

Ketua Media Centre PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, semua pencinta mengharapkan HRS pulang ke Indonesia. "Semoga HRS pada kesempatan reuni alumni 212 yang ke 2 di Monas nanti bisa pulang dengan jaminan keamanan dari pemerintah. Jadi kemungkinan chaos sangat tidak mungkin kalau memang pemerintahnya sadar dan melindungi HRS," tegasnya.

#HabibRizieq   #Pilpres   #UmatIslam
  • > Whatsapp
  • > facebook
  • > twitter
  • > google+


Baca Juga :