Hyundai Masih Penasaran Jajaki Pasar Korea Utara

loading...

Seoul – Produsen mobil Korea Selatan, Hyundai, ternyata masih penasaran bagi menjajaki peluang bisnis otomotif di Korea Utara.

Pada 2003, dua bulan sebelum Hyundai membuka kompleks industri di Korea Utara, pimpinan di balik proyek itu ditemukan bunuh diri di tengah-tengah tuduhan bahwa perusahaan melakukan pembayaran rahasia US$500 juta ke Korea Utara.

Lima tahun kemudian, sebuah kompleks yg dikelola Hyundai di Korea Utara ditutup setelah seorang personil militer negara Komunis itu menembak turis yang berasal Korea Selatan.

Hal tersebut di atas melambangkan betapa sulitnya untuk perusahaan Korea Selatan bagi memulai roda bisnis di balik tembok pembatas antara kedua negara bersaudara itu.

Namun kini, diperkuat cairnya hubungan di semenanjung Korea dan iming-iming tenaga kerja terjangkau dan banyak daerah yg belum tersentuh pembangunan, Hyundai menyatakan mulai kembali menjajaki bisnis ke Korea Utara.

Eksekutif dan investor Hyundai, didorong perjanjian Seoul dan Pyongyang, ingin membuka kembali kompleks industri Kaesong dan Kumgang, sebagai bagian dari pemanasan dalam hubungan kedua negara.

Mereka meyakini Hyundai mulai memperoleh manfaat atas upaya perdamaian di semenanjung Korea.

“Kami menginvestasikan dalam jumlah banyak bagi waktu yg lama, dan memiliki jaringan dan hak bisnis yg kuat dan luas di sana,” kata Baek Cheon-ho, eksekutif senior Hyundai Asan, anak perusahaan yg mengelola Kaesong dan Kumgang.

“Menggabungkan seluruh itu, Hyundai mulai menjadi lebih baik di Korea Utara,” katanya.

Perusahaan Korea Selatan yg berusaha memenuhi upah tenaga kerja yg tinggi, mampu melirik Korea Utara karena standar upah lebih murah, serta potensi pertumbuhan besar yg tak boleh dilewatkan, kata Baek dan dua eksekutif kepada Reuters.

Sebagai informasi, Chung Ju-yung pelopor Hyundai yaitu pria kelahiran Tongchon, Korea Utara. Maka upaya perusahaan melebarkan sayap ke negara tetangga itu bukanlah sekadar bisnis, namun juga merangkai kembali sejarah perusahaan.

“Kami melakukan ini tak cuma buat Hyundai, tapi buat kebaikan yg lebih besar dari seluruh perusahaan Korea Selatan,” kata Baek.

“Jika kalian memulai kembali bisnis di Korea Utara, mulai ada banyak pekerjaan baru bagi kami, juga bagi sejumlah perusahaan yang lain yg bekerja dengan kami,” pungkas dia. [tar]
Sumber: http://teknologi.inilah.com

loading...
(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *